Aturan untuk Menentukan Bilangan Oksidasi

Reaksi oksidasi-reduksi (reaksi redoks) adalah reaksi di mana elektron yang hilang oleh atom atau ion dalam satu reaktan dan diperoleh dengan atom atau ion dalam reaktan lain. Meskipun elektron diperoleh dan hilang dalam reaksi-reaksi ini, persamaan yang seimbang untuk reaksi redoks tidak menunjukkan elektron yang sedang ditransfer. Untuk mengetahui apakah reaksi redoks telah terjadi atau tidak, kita membutuhkan suatu cara untuk melacak elektron. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menetapkan bilangan oksidasi oksidasi atom atau ion yang terlibat dalam reaksi kimia.

Bilangan oksidasi

Bilangan oksidasi

Aturan untuk Menentukan Bilangan Oksidasi

Aturan berikut ini digunakan untuk menetapkan bilangan oksidasi oksidasi.

1. Bilangan oksidasi untuk atom dalam bentuk unsur selalu nol.

Contoh:

S8: Bilangan oksidasi S = 0

Fe: Bilangan oksidasi Fe = 0

2. Bilangan oksidasi ion monoatomik = muatan ion monoatomik.

Contoh:

Bilangan oksidasi S2- adalah -2.

Bilangan oksidasi Al3 + adalah +3.

3. Bilangan oksidasi semua logam Golongan 1A = +1 (kecuali elemental).

4. Bilangan oksidasi semua logam Golongan 2A = +2 (kecuali elemental).

5. Hidrogen (H) memiliki dua bilangan oksidasi yang mungkin yaitu +1 Ketika terikat pada nonlogam dan  -1 Ketika terikat logam

6. Oksigen (O) memiliki dua bilangan oksidasi yang mungkin yaitu -1 Pada peroksida  cukup jarang dan -2 dalam semua senyawa lainnya (ini yang paling umum)

7. Bilangan oksidasi fluor (F) selalu -1.

8. Jumlah bilangan oksidasi semua atom (atau ion) dalam suatu senyawa netral = 0.

9. Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam ion poliatomik = muatan ion poliatomik.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *