Apa pengertian penyimpangan semu hukum Mendel

Penyimpangan semu hukum Mendel merupakan suatu keadaan di mana perbandingan dari persilangan monohibrid dan dihibrid seolah-olah tidak mengikuti hukum Mendel, yaitu pola 3 : 1 (monohibrid) atau pola 9 : 3 : 3 : 1 (dihibrid).

Macam penyimpangan semu hukum Mendel:

a. permasalahan interaksi gen (atavisme),

b. kriptomeri,

c. epistasis dan hipostasis,

d. komplementer,

e. polimeri.

Gregor Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian, di kota Brunn, Austria (kini bernama Brno, Ceko). Dia menjadi pendeta tahun 1847. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru, tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam Biologi! Meski begitu, kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina, dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi, tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn.

Hukum Mendel I : Pemisahan gen sealel, dalam bahasa inggris disebut segregation of allelic genes, peristiwa pemisahan alel ini terlihat ketika pembuatan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu.

Hukum kedua mendel berbicara mengenai pengelompokkan gen secara bebas atau asortasi. Dalam pembentukkan sel kelamin atau gamet, alel akan membuat kombinasi dengan cara yang bebas. Jadi sifat yang muncul dari keturunannya akan beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dua sifat yang berbeda beda disebut dihibrid dan lebih dari 2 sifat disebut polihibrid.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *