Pengertian Koloid

Koloid adalah campuran heterogen dimana ukuran partikel menengah larutan yang benar dan suspensi. Asap dari kebakaran adalah contoh sistem koloid di mana partikel-partikel kecil float padat di udara. Beberapa contoh koloid adalah batu permata, asap, keju, susu, sabun busa dan busa.

Asap

Asap

Sejarah Singkat Koloid

Pada tahun 1861, T. Graham, sambil belajar zat difusi diklasifikasikan menjadi dua jenis: Kristaloid dan Koloid. Menurut dia, zat yang berdifusi mudah melalui membran perkamen disebut Kristaloid. Contoh garam, gula, asam dan basa. Zat-zat lain yang menyebar melalui kertas roti sangat lambat disebut koloid. Gelatin dan lem adalah contoh koloid. Tapi perbedaan ini tidak berlaku, seperti di bawah kondisi yang berbeda suhu dan tekanan substansi yang sama dapat bertindak sebagai kristaloid atau koloid. Contoh: Sabun menunjukkan sifat koloid dalam air tetapi sifat kristaloid dalam alkohol. Telah menyadari bahwa perbedaan mutlak antara Koloid dan Kristaloid tidak ada.

Sistem koloid

Sistem koloid terdiri dari fase terdispersi dan menengah Dispersion. Dalam sistem koloid satu substansi tersebar sebagai partikel sangat halus dalam zat lain yang disebut medium dispersi. Dalam contoh di atas, partikel asap yang tersebar di udara.

Ukuran partikel koloid

Ukuran partikel koloid berada dalam kisaran 1 – 1000nm sementara ukuran suspensi larutan yang benar adalah > 1000nm dan bahwa larutan yang benar adalah  < 1nm. Dengan demikian ukuran koloid terletak antara bahwa larutan yang benar dan suspensi. Partikel-partikel koloid tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Inilah sebabnya, sistem koloid muncul campuran homogen, tetapi dalam kenyataannya adalah campuran heterogen.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *